CULTURE SHOCK YANG SAYA ALAMI DI MASA PERKULIAHAN

 Sebagai mahasiswa baru yang baru saja lulus dari sekolah dan akan masuk ke kehidupan perkuliahan, ada banyak yang perlu dipersiapkan, Salah satu yang harus dipersiapkan adalah menghadapi culture shock di dunia perkuliahan dan beradaptasi di lingkungan baru.

Dengan sistem pendidikan yang berbeda dari yang sebelumnya dimana cara dosen mengajar, tuntutan kurikulum, dan juga dalam pertemanan mendapatkan teman yang lebih beragam asal daerahnya dan Norma sosial seperti perilaku sehari-hari, etika berkomunikasi, dan tata krama dapat sangat bervariasi karena terdapat umur yang berbeda- beda.

Kalau dulu SMA kita masih mendapatkan buku pelajaran disaat ini tidak mendapatkan buku pelajaran melainkan menggunakan modul-modul atau ppt yang diberikan dosen,Saat masih SMA juga biasanya ketika tidak ada guru di jam pelajarannya akan jadi kosong. Saya dan teman-teman kelas akan mengisi jam kosong tersebut dengan entah bermain, jajan dikantin atau mungkin nonton film bareng di dalam kelas.

Nah, sedangkan saat kuliah, ketika dosen berhalangan hadir beliau akan cancel jadwalnya di hari tersebut dan menggantikan jam kelasnya ke hari lain. Tetatpi, terkadang jadwal kuliah tersebut bisa bentrok dengan jadwal mata kuliah lainnya.

Tak jarang juga kita jumpai bagaimana teman-teman kita berpakaian dengan yang biasa menggunakan seragam sekolah dan sekarang menggunakan bajuh bebas yang rapih dengan berbagai macam stylenya.

Saya juga merasakan berbedaan yang sangat jauh dengan masa SMA, yaitu ketika kita tidak masuk. Jika disekolah dahulu, kalau kita absen tidak akan ketinggalan mata pelajaran yang hari itu disampaikan.tetapi ketika kuliah jika kita tidak masuk, kita akan ketinggalan banyak materi serta tugas yang diberikan oleh dosen.

Sekian cerita dari saya tentang culture shock yang selama saya alami di dunia perkuliahan.

Comments

Popular Posts